Keduanya menampilkan produk. Bedanya ada pada cara pelanggan memesan dan membayar.

Website katalog

Produk ditampilkan dengan foto, deskripsi, dan harga (opsional). Pelanggan memesan lewat WhatsApp atau formulir, lalu pembayaran diproses manual.

  • Cocok untuk: distributor, produk custom, harga yang sering berubah, atau penjualan B2B yang butuh negosiasi.
  • Lebih sederhana dan lebih murah dirawat.
  • Bisa dibuat dengan paket company profile.

Toko online

Pelanggan memilih produk, memasukkan ke keranjang, menghitung ongkir, dan membayar langsung di website.

  • Cocok untuk: produk ritel dengan stok dan harga tetap, pesanan rutin dalam jumlah banyak.
  • Butuh payment gateway, integrasi ongkir, dan perawatan yang lebih rutin.
  • Dibuat dengan paket toko online WooCommerce.

Pertanyaan untuk menentukan pilihan

  • Apakah harga produk tetap, atau sering dinegosiasikan?
  • Berapa banyak pesanan per hari yang Anda tangani lewat chat?
  • Apakah Anda siap memproses pesanan dan pengiriman setiap hari?
  • Apakah Anda punya waktu atau anggaran untuk perawatan toko?

Biaya yang perlu diperhitungkan

  • Company profile/katalog: Rp950.000 tahun pertama (WeBee 2000D), perpanjangan Rp550.000/tahun.
  • Toko online: mulai Rp1.500.000 tahun pertama (WeBee 4000D), perpanjangan Rp1.000.000/tahun.
  • Khusus toko: biaya transaksi payment gateway dan layanan ongkir dibayar ke penyedianya.

Banyak bisnis memulai dengan katalog, lalu beralih ke toko online setelah pola pesanan jelas. Karena keduanya berbasis WordPress, peningkatan bisa dilakukan tanpa membuat ulang dari nol.

WhatsApp (membuka WhatsApp di tab baru)Lihat Paket